Aliran klasik muncul pada
akhir abad ke 18 dan permukaan abad ke 19 yaitu di masa revolusi industri
dimana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada
waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik, ekonomi
liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan
perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari
pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan
perekonomian akan mengalami kemacetan.
Kemajuan teknologi mula-mula disebabkan oleh adanya akumulasi kapital atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (low of diminishing returus) karena sumber daya alam itu terbatas.
Kemajuan teknologi mula-mula disebabkan oleh adanya akumulasi kapital atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (low of diminishing returus) karena sumber daya alam itu terbatas.
Adam Smith (1723-1790) bapak dari
ilmu eknomi modern yang terkenal dengan teori nilainya yaitu teori yang
menyelidiki faktor-faktor yang menentukan nilai atau harga suatu barang.
Bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations
(1776) yang terkenal dengan bukuWealth of Nations yang tema pokoknya
mengenai bagaimana perekonomian itu tumbuh.
Adam
Smith melihat proses pertumbuhan ekonomi itu dari dua segi yaitu pertumbuhan
output (GNP) total, dan pertumbuhan penduduk. Pembagian kerja merupakan titik
permulaan dari teori pembangunan ekonomi Adam Smith yang meningkatkan daya
produktivitas tenaga kerja. Ia menghubungkan kenaikan itu dengan:
- meningkatnya keterampilan pekerja;
- penghematan waktu dalam memproduksi barang; dan
- penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga
Pertumbuhan
Output Total
Unsur
pokok dari sistem produksi suatu negara menurut Smith ada tiga yaitu:
- sumberdaya alam yang tersedia (atau faktor produksi “tanah”)
- sumberdaya insani (atau jumlah penduduk)
- stok barang modal yang ada.
Menurut Smith, sumberdaya alam yang
tersedia merupakan wadah yang paling mendasar dari kegiatan produksi suatu
masyarakat. Jumlah sumberdaya alam yang tersedia merupakan “batas maksimum”
bagi pertumbuhan suatu perekonomian. Maksudnya, jika sumberdaya ini belum
digunakan sepenuhnya, maka jumlah penduduk dan stok modal yang ada yang
memegang peranan dalam pertumbuhan output. Tetapi pertumbuhan output tersebut
akan berhenti jika semua sumberdaya alam tersebut telah digunakan secara penuh.
Sumberdaya
insani jumlah penduduk) mempunyai peranan yang pasif dalam proses pertumbuhan
output. Maksudnya, jumlah penduduk akan menyesuaikan diri dengan kebutuhan akan
tenaga kerja dari suatu masyarakat.
Stok
modal, menurut Smith, merupakan unsur produksi yang secara aktif menentukan
tingkat output. Peranannya sangat sentral dalam proses pertumbuhan output.
Jumlah dan fingkat pertumbuhan output tergantung pada laju pertumbuhan stok
modal (sampai “batas maksimum” dari sumber alam).
Pengaruh stok modal terhadap tingkat
output total bisa secara langsung dan talk langasung. Pengaruh langsung ini
maksudnya adalah karena pertambahan modal (sebagai input) akan langsung
meningkatkan output. Sedangkan pengaruh talk langsung maksudnya adalah
pening¬katan produktivitas per kapita yang dimungkinkan oleh karena adanya
spesialisasi dan pembagian kerja yang lebih tinggi. Semakin besar stok modal,
menurut Smith, semakin besar kemungkinan dilakukannya spesialisasi dan
pembagian kerja yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas per
kapita.
Spesialisasi dan pembagian kerja ini
bisa menghasilkan pertumbuhan output, menurut Smith, karena spesialisasi
tersebut bisa meningkatkan ketrampilan setiap pekerja dalam bidangnya dan
pembagian kerja bisa mengurangi waktu yang hilang pada saat peralihan macam
pekerjaan. Namun demikian, sebenarnya ada 2 faktor penunjang penting dibalik
proses akumulasi modal bagi terciptanya pertumbuhan output yaitu:
- makin meluasnya pasar, dan
- adanya tingkat keuntungan di atas tingkat keuntungan minimal.
Menurut
Smith, potensi pasar akan bisa dicapai secara maksimal jika, dan hanya jika,
setiap warga masyarakat diberi kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan
pertukaran dan melakukan kegiatan ekonominya. Untuk mendorong pertumbuhan
ekonomi perlu dilakukan pembenahan dan penghilangan peraturan-peraturan, undang-undang
yang menjadi penghambat kebebasan berusaha dan kegiatan ekonomi, baik antara
warga masyarakat di suatu negara maupun antara warga masyarakat antarnegara.
Hal ini menunjukkan bahwa Adam Smith merupakan penganjur laissez-faire dan free
trade.
Faktor penunjang yang kedua yaitu
tingkat keuntungan yang memadai. Tingkat keuntungan ini erat hubungannya dengan
luas pasar. Jika pasar tidak tumbuh secepat pertumbuhan modal, maka tingkat
keuntungan akan segera merosot, dan akhirnya akan mengurangi gairah para pemilik
modal untuk melakukan akumulasi modal. Menurut Adam Smith, dalam jangka panjang
tingkat keuntungan tersebut akan menurunkan dan pada akhirnya akan mencapai
tingkat keuntungan minimal pada posisi stasioner perekonomian tersebut.
Pertumbuhan Penduduk
Menurut
Adam Smith, jumlah penduduk akan meningkatjika tingkat upah yang berlaku lebih
tinggi dari tingkat upah subsisten yaitu tingkat upah yang pas-pasan untuk
hidup. Jika tingkat upah di atas tingkat subsisten, maka orang-orang akan kawin
pada umur muda, tingkat kematian menurun, dan jumlah kelahiran meningkat.
Sebaliknya jika tingkat upah yang berlaku lebih rendah dari tingkat upah
subsisten, maka jumlah penduduk akan menurun.
Tingkat upah yang berlaku, menurut Adam Smith,
ditentukan oleh tarik-menarik antara kekuatan permintaan dan penawaran tenaga
kerja. Tingkat upah yang tinggi dan meningkat jika permintaan akan tenaga kerja
(D) tumbuh lebih cepat daripada penawaran tenaga kerja (S).
Sementara
itu permintaan akan tenaga kerja ditentukan oleh stok modal dan tingkat output
masyarakat. Oleh karena itu, laju pertumbuhan permintaan akan tenaga kerja
ditentukan oleh laju pertumbuhan stok modal (akumulasi modal) dan laju
pertumbuhan output.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar