Minggu, 22 Juni 2014

3.3 PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUT ALIRAN NEOKLASIK (Solow)



Robert Merton Solow ialah ekonom Amerika Serikat yang terkenal khususnya atas karyanya pada teori pertumbuhan ekonomi. Ia dianugerahi John Bates Clark Medal pada 1961 dan Penghargaan Nobel dalam Ekonomi pada 1987. Solow lahir di Brooklyn, New York pada 1924. Ia bertugas di United States Army antara 1942–1945. Ia menerima gelar doktor dalam ilmu ekonomi di Harvard University, belajar dengan Wassily Leontief.

Model pertumbuhan ekonomi Solow, sering dikenal sebagai model pertumbuhan neo-klasik, memungkinkan determinan pertumbuhan ekonomi untuk dipisahkan ke dalam masukan (buruh dan model) dan proses teknik. Menggunakan modelnya, Solow menghitung bahwa sekitar empat perlima pertumbuhan dalam output di AS per buruh diakibatkan oleh proses teknik. Karena kerja rintisan Solow pada 1950-an, banyak model pertumbuhan ekonomi yang luar biasa diajukan, menimbulkan bermacam kesimpulan tentang penyebab pertumbuhan ekonomi. Kini Solow adalah profesor emeritus di MIT Sloan School of Management, dan dahulu mengajar di Columbia University.
Teori neoklasik berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi bersumber pada penambahan dan perkembangan faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran agregat. Teori pertumbuhan ini juga menekankan bahwa perkembangan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi merupakan faktor penentu dalam pertumbuhan ekonomi (Sukirno,2005).

Teori neoklasik juga membagi tiga jenis input yang berpengaruh dalam pertumbuhan ekonomi, yaitu :
1. Pengaruh modal dalam pertumbuhan ekonomi
2. Pengaruh teknologi dalam pertumbuhan ekonomi
3. Pengaruh angkatan kerja yang bekerja dalam pertumbuhan ekonomi

Teori neoklasik memiliki pandangan dari sudut yang berbeda dari teori klasik yaitu dari segi penawaran. Pertumbuhan ekonomi ini bergantung kepada fungsi produksi, persamaan ini dinyatakan dengan :
 
dimana Y adalah output, K adalah modal, L adalah angkatan kerja yang bekerja dan T adalah teknologi. Karena tingkat kemajuan teknologi ditentukan secara eksogen maka model neo klasik Solow juga disebut model pertumbuhan eksogen.

Model Solow memiliki beberapa kekurangan dan untuk memperbaikinya dengan memecah total faktor produksi dengan memasukan variabel lain, dimana variabel ini dapat menjelaskan pertumbuhan yang terjadi. Model ini disebut model pertumbuhan endogen.
Model pertumbuhan endogen beranggapan bahwa perdagangan internasional penting sebagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Model perdagangan internasional diukur melalui aktifitas ekspor dan impor, yaitu:

Dimana Y adalah output, A adalah indeks prokduktifitas, K adalah modal, L adalah angkatan kerja yang bekerja, i adalah tahun, sedangkan indeks produktifitas (A) adalah fungsi dari ekspor (X) dan impor (M), yaitu:









Ada beberapa ahli ekonom seperti Mankiw, Romer dan Weil melakukan studi untuk penyempurnaan model pertumbuhan ekonomi neoklasik untuk memperjelas dan menambahkan dasar teoritis bagi sumber pertumbuhan ekonomi (Esa Suryaningrum,2000). Model Solow hanya dapat menerangkan hubungan modal dan angkatan kerja yang bekerja saja, sehingga ditambahkan lagi variabel mutu modal manusia untuk membantu menjelaskan pola pertumbuhan ekonomi selain modal dan angkatan kerja yang bekerja, yaitu :


Dimana Y adalah output, K adalah modal, L adalah tenaga keja, T adalah teknologi dan H adalah modal manusia.



Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar