1.1 Pengertian Sistem Perekonomian
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh
suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada
individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah
sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu
mengatur faktor
produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor
produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegeang oleh pemerintah. Kebanyakan
sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersbut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat
dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak
kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi.
Sementara pada perekonomian pasar
(market economic), pasar lah
yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Sistem
Ekonomi Yang dilakukan oleh suatu negara bertujuan untuk menjawab masalah
masalah pokok ekonomi yaitu :
a. Barang dan jasa apa yang akan
diproduksi
b. Bagaimana cara memproduksi
c. Untuk siapa barang dan jasa di
produksi
Faktor Internal dan Eksternal
Sistem
Ekonomi Yang di anut oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik
faktor internal dan faktor eksternal.
- Faktor internal yang memengaruhi sistem ekonomi suatu negara adalah sebagai berikut:
a. Falsafah dan ideologi yang dianut
b. Sistem pemerintahan
c. Sistem Politik suatu Negara.
b. Sistem pemerintahan
c. Sistem Politik suatu Negara.
- Adapun Faktor Faktor Eksternal yang memengaruhi sistem ekonomi antara lain sebagai berikut:
a. Pengaruh Sistem Ekonomi yang dianut
negara lain
b. Pengaruh politik dunia internasional
c. Pengaruh sosial budaya luar negeri.
b. Pengaruh politik dunia internasional
c. Pengaruh sosial budaya luar negeri.
Macam-macam Sistem Ekonomi
Sistem ekonomi sebagai solusi dari permasalahan
ekonomi yang terjadi dapat dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sistem Ekonomi Tradisional
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
3. sistem ekonomi Komando (Terpusat)
4. Sistem Ekonomi Campuran
1. Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional
merupakan sistem ekonomi yang diterapkan oleh masyarakat tradisional secara
turun temurun dengan hanya mengandalkan alam dan tenaga kerja.
Ciri dari sistem ekonomi tradisional adalah :
1. Teknik produksi dipelajari secara turun
temurun dan bersifat sederhana
2. Hanya sedikit menggunakan modal
3. Pertukaran dilakukan dengan sistem barter
(barang dengan barang)
4. Belum mengenal pembagian kerja
5. Masih terikat tradisi
6. Tanah sebagai tumpuan kegiatan produksi dan
sumber kemakmuran
Sistem ekonomi tradisional memiliki kelebihan
sebagai berikut:
1. Tidak terdapat persaingan yang tidak sehat,
hubungan antar individu sangat erat
2. Masyarakat merasa sangat aman, karena tidak
ada beban berat yang harus dipikul
3. Tidak individualistis.
Kelemahan dari sistem ekonomi tradisional adalah
:
1. Teknologi yang digunakan masih sangat
sederhana, sehingga produktivitas rendah
2. Mutu barang hasil produksi masih rendah Saat
ini sudah tidak ada lagi negara yang menganut sistem ekonomi tradisional, namun
di beberapa daerah pelosok, seperti suku badui dalam, sistem ini masih
digunakan dalam kehidupan sehari – hari.
2. Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas)
Sistem ekonomi pasar adalah
suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi,
distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith,
dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk
barang modal
2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa
yang dimilikinya
3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh
laba
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh
masyarakat (Swasta)
5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam
pasar
6. Persaingan dilakukan secara bebas
7. Peranan modal sangat vital Kebaikan dari
sistem ekonomi antara lain:
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat
dalam mengatur kegiatan ekonomi
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber
produksi
3. Munculnya persaingan untuk maju
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi, karena
barang yang tidak bermutu tidak akan laku dipasar
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap
tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba.
Kelemahan dari system ekonomi pasar
(liberal/bebas) antara lain:
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh
para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan
masyarakat
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
karena kesalahan alokasisumber daya oleh individu.
3. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando adalah
sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam
mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan
jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang
tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ciri dari sistem ekonomi pasar adalah :
1. Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai
pemerintah
2. Hak milik perorangan tidak diakui
3. Tidak ada individu atau kelompok yang dapat
berusaha dengan bebas dalam kegiatan perekonomian
4. Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh
pemerintah Kebaikan dari sistem ekonomi terpusat adalah:
1. Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi,
pengangguran dan masalah ekonomi lainnya
2. Pasar barang dalam negeri berjalan lancar
3. Pemerintah dapat turut campur dalam hal
pembentukan harga 4. Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan
5. Jarang terjadi krisis ekonomi.
Kelemahan dari sistem ekonomi komando (terpusat)
adalah :
1. Mematikan inisiatif individu untuk maju
2. Sering terjadi monopoli yang merugikan
masyarakat
3. Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam
memilih sumber daya.
4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran
merupakan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, dimana pemerintah dan swasta
saling berinteraksi dalam memecahkan masalah ekonomi.
Ciri dari sistem ekonomi campuran adalah :
1. Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar
dan terpusat
2. Barang modal dan sumber daya yang vital
dikuasai oleh pemerintah
3. Pemerintah dapat melakukan intervensi dengan
membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi
kegiatan swasta.
4. Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang
Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari
sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan
rakyat.
Secara umum saat ini hampir
tidak ada negara yang murni melaksanakan sistem ekonomi terpusat maupun pasar,
yang ada adalah kecenderungan terhadap ekonomi pasar seperti Amerika, Hongkong,
dan negara–negara eropa barat yang berpaham liberal, sementara negara yang
pernah menerapkan ekonomi terpusat adalah Kuba, Polandia dan Rusia yang
berideologi sosialis atau komunis.
Kebanyakan negara-negara
menerapkan sistem ekonomi campuran seperti Perancis, Malaysia dan Indonesia.
Namun perubahan politik dunia juga mempengaruhi sistem ekonomi, seperti halnya
yang dialami Uni Soviet pada masa pemerintahan Boris Yeltsin, kehancuran
komunisme juga mempengaruhi sistem ekonomi soviet, dari sistem ekonomi terpusat
(komando) mulai beralih ke arah ekonomi liberal dan mengalami berbagai
perubahan positif.
Sistem perekonomian yang diterapkan oleh negara
Indonesia adalah Sistem perekonomian Pancasila. Ini artinya sistem perekonomian
yang dijalankan di Indonesia harus berpedoman pada Pancasila. Sehingga secara
normatif Pancasila dan UUD 1945 adalah landasaan idiil sistem perekonomian di
Indonesia.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar