1.2 Sistem Perekonomian Kapitalis (Liberalisme)
Kapitalisme merupakan sistem ekonomi dan
sosial yang cenderung ke arah pengumpulan kekayaan oleh individu tanpa gangguan
kerajaan
dan bermatlamatkan keuntungan. Takrif individu di sini tidak semestinya merujuk
kepada orang perseorangan tetapi juga termasuk sekumpulan individu seperti
syarikat. Sistem ekonomi kapitalis digerakkan oleh kuasa pasaran dalam
menentukan pengeluaran, kos, penetapan harga barang dan perkhidmatan, pelaburan
dan pendapatan. Pengkritik sistem kapitalis berpendapat sistem ini mewujudkan
jurang perbezaan yang ketara antara yang kaya dengan yang miskin. Sistem yang
bertentangan dengan ideologi ini ialah komunisme
dan sosialisme.
Kapitalisme berasal dari perkataan kapital (bahasa
Inggeris: capital) yang bermaksud "modal". Istilah
kapitalisme mula diperkenalkan pada pertengahan abad ke-19 oleh Karl Marx,
pengasas komunisme.
Pasaran bebas
dan sistem pasaran adalah antara istilah yang
sering bertukar ganti dengan kapitalisme untuk menerangkan ekonomi moden bukan
komunis.
Amalan ekonomi kapitalis mengukuh di England
di antara kurun ke-16 Masehi dan ke-19 Masehi. Walaubagaimanapun telah wujud
ciri-ciri kapitalis sejak dulu lagi terutamanya di kalangan saudagar
Zaman Pertengahan. Kapitalisme menjadi dominan
di Barat semenjak berakhirnya era Feudalisme.
Dari England, kapitalisme merebak ke seluruh Eropah dan pada abad ke-19 dan 20,
dan menjadi sistem ekonomi utama dunia yang menggerakkan era perindustrian.
Secara
historis perkembangan kapitalisme merupakan bagian dari gerakan liberalisme
yang mulai muncul pada tahun 1648 setelah tercapainya perjanjian Westphalia,
perjanjian yang mengakhiri perang tiga puluh tahun antara Katolik dan Protestan
di Eropa yang selanjutnya menetapkan bahwa sistem negara mereka adalah
merdeka yang didasarkan pada kedaulatan dan menolak ketundukan pada otoritas
politik Paus dan Gereja Katolik Roma. Sejak itu aturan main kehidupan
dilepaskan dari gereja, dengan anggapan bahwa negaralah yang paling tahu
kebutuhan dan kepentingan warganya, sementara agama diakui keberadaannya tetapi
dibatasi hanya di gereja.
Liberalisme
semakin berkembang dengan sokongan rasionalisme yang menyatakan bahwa rasio
manusia dapat menerangkan segala sesuatu secara komprehensif yang kemudian
melahirkan pendapat bahwa manusia sendirilah yang berhak membuat peraturan
hidupnya dan mempertahankan kebebasan manusia dalam hal kebebasan beragama,
kebebasan berpendapat, kebebasan individu dan kebebasan hak milik. Dari kebebasan
hak milik inilah dihasilkan sistem ekonomi kapitalisme, dimana kapitalisasi
menjadi corak yang paling menonjol dalam sistem ekonomi ini.
Contoh
paling mudah dari sistem kapitalisme ini bisa digambarkan dari aktualitas
Amerika Serikat yang meyakini bahwa mereka adalah penganut sistem ekonomi
campuran (kapitalisme dan sosialisme), pada dasarnya mereka tetap tidak bisa
lepas dari unsur kapitalis dalam prakteknya.
Hal
ini diungkapkan oleh seorang ekonom Joseph A. Schumpeter sebagai ‘sistem
destruksi kreatif’. Dimana menurutnya, setiap perusahaan dalam pasar kecil
maupun pasar kompetitif, akan selalu dapat berjalan ke arah yang lebih baik
setelah restrukturisasi, yaitu dengan selalu mengadakan pergantian pekerja dan
pergantian modal, karena mereka akan selalu digantikan dengan yang lebih baik.
Tiap individu juga diyakini mampu menghasilkan modal sendiri, tanpa perlu
mencemaskan campur tangan pemerintah.
Sekilas
cara pandang ini terlihat normal, dimana komponen-komponen pasar tersusun rapi
dalam mekanisme yang jelas. Namun hasilnya akan muncul ketimpangan dan
menimbulkan suatu masyarakat yang tidak egalitarian, dimana beberapa individu
akan menjadi lebih kaya dari individu lain, dan yang miskin akan semakin
miskin. Begitu juga dengan semakin meningkatnya angka pengangguran dan
kriminalitas serta aksi anarki dimana-mana.
Menurut
James Paulsen, kepala strategi investigasi di Wells Capital Management, Amerika
Serikat sedang mengalami kebangkrutan kasat mata karena deficit keuangan negara
adidaya tersebut. Tercatat defisit Amerika Serikat naik 22 persen dibandingkan
tahun sebelumnya menjadi USD 120 miliar atau Rp. 1.150 triliun, akibatnya Obama
dan pihak legislative akan menaikkan pajak dan menurunkan belanja negara secara
besar-besaran yang mulai diluncurkan per 1 Januari tahun ini.
Dalam
kapitalisme, meskipun keuntungan yang didapat sangatlah besar, kemudian
tercipta kompetisi sehat antar pasar tanpa risau terhadap campur tangan
pemerintah, dan setiap pemilik modal bebas menentukan pekerjaan atau usaha apa
yang akan mereka jalankan, tetap saja menciptakan beberapa nilai negative dan
juga anomali. Kasus yang terjadi seperti perbedaan kelas ekonomi yang semakin
nyata lantaran keuntungan sepihak yang hanya diperoleh kaum minoritas atau
elitis saja, tanpa mengindahkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Adam
Smith juga sempat mencetuskan sebuah istilah dalam kerangkan teori ekonomi yang
dibangunnya; Invisible Hand. Yang dimaksud ‘tangan ghaib’ disini adalah
semacam kekuatan kasat mata yang menjalankan roda ekonomi dengan sewajarnya
sehingga tidak terjadi kekacauan dalam pasar. Mekanisme pasar yang terdiri dari
supply and demand akan mengatur kegiatan ekonomi masyarakat sebaik-baiknya dan
Invisible hand dalam mekanisme pasar itu akan mengatur kegiatan ekonomi
masyarakat secara paling rasional, sehingga dapat menciptakan kesejahteraan
sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat.
Meskipun
Adam Smith tidak menyebutkan istilah ‘kapitalisme’ di dua bukunya; The
Theory of Moral Sentiments dan The Wealth of Nations, tetapi
metafora Invisible Hand jelas merujuk kepada kompetisi sehat pada sebuah
transaksi antara produsen dan konsumen, yang mengarah kepada keuntungan untuk
kedua belah pihak dengan frekuensi tetap sehingga mampu menimbulkan barang
produksi yang semakin berkualitas tetapi harga semakin rendah. Dari sini, tentu
pola yang dimaksud terdapat pada sistem ekonomi kapitalis.
- Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis
:
- Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi
- Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu
- Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar
- Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
- Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien.
- Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba
-Kelebihan Sistem Ekonomi Kapitalis
:
- Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.
- Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya.
- Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.
-Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis
:
- Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan monopolistik.
- Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).
Tujuan
kapitalisme yang hanya berasas pada biaya produksi yang murah dan keuntungan
yang tinggi realitanya berkebalikan dengan Islam, yang menganjurkan agar
seorang muslim tidak sekedar menimbun uang dan menghimbau agar menyedekahkannya
untuk kemaslahatan sosial, kapitalisme justru akan membentuk tatanan masyarakat
yang egois, materialis dan konsumeris.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar